Dukung Pengelolaan Kawasan Perbatasan, Bupati MBD Hadiri Rakorendal BNPP
Sumber : Humas
Tiakur, InfoPublik - Bupati Maluku Barat Daya (MBD), Benyamin Th. Noach menghadiri Rapat Koordinasi Perencanaan dan Pengendalian (Rakorendal) Pengelolaan Batas Wilayah Negara dan Kawasan Perbatasan Tahun 2025 yang digelar pada 18-19 November 2025 di Hotel Sentul Lake, Bogor. Kegiatan strategis ini diikuti oleh 18 gubernur dari wilayah perbatasan, sejumlah bupati/wali kota, serta perwakilan kementerian dan lembaga terkait.
Rakorendal
dibuka oleh Menko Polhukam, Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago bersama
Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, selaku Kepala Badan Nasional Pengelola
Perbatasan (BNPP). Turut hadir Sekretaris BNPP, Komjen Pol. Makhruzi Rahman.
Forum ini
membahas penyelarasan arah pembangunan kawasan perbatasan sesuai RPJMN 2025–2029
dan amanat Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2008 tentang Wilayah Negara, di mana
pembangunan kawasan perbatasan diarahkan untuk memperkuat sektor politik,
pertahanan, keamanan, ekonomi, sosial, dan budaya, serta memastikan kawasan
perbatasan menjadi ruang strategis yang berdaya saing dan berorientasi
kesejahteraan.
Dalam paparannya, Mendagri Tito Karnavian menyampaikan visi pengelolaan kawasan perbatasan nasional 2025–2029, yakni mewujudkan kawasan perbatasan yang tangguh, mandiri, sejahtera, dan adaptif melalui penguatan pertahanan, optimalisasi pemanfaatan sumber daya lokal, dan percepatan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Arah
kebijakan tersebut diterjemahkan ke dalam langkah-langkah strategis seperti
penguatan penegakan hukum lintas batas, peningkatan tata ruang dan
infrastruktur, pengembangan potensi unggulan daerah, serta perbaikan tata
kelola kelembagaan yang lebih efisien dan terintegrasi lintas sektor.
Selain itu,
Mendagri menegaskan bahwa kawasan perbatasan tidak boleh lagi dipandang sebagai
wilayah pinggiran atau tertinggal, melainkan harus menjadi beranda depan
Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.
Dalam kesempatan
tersebut, Bupati MBD, Benyamin Th. Noach menekankan komitmen pemerintah daerah
dalam mendukung arah kebijakan dan program penguatan kawasan perbatasan yang
terstruktur dan berkelanjutan.
“MBD
merupakan wilayah yang memiliki posisi strategis dan potensi ekonomi berbasis
sumber daya lokal. Kami siap bersinergi dengan pemerintah pusat dalam penguatan
kawasan perbatasan, baik melalui peningkatan kapasitas infrastruktur, penguatan
keamanan, maupun pembangunan ekonomi yang berpihak pada kesejahteraan
masyarakat,” ujar Bupati.
Lebih lanjut,
Bupati menambahkan bahwa pembangunan kawasan perbatasan tidak hanya bertujuan
menjaga kedaulatan wilayah, namun juga menjadi instrumen pertumbuhan ekonomi
baru yang mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Kami
berharap melalui Rakorendal ini, daerah dapat memperoleh dukungan kebijakan,
program prioritas, serta alokasi pembangunan yang tepat sasaran, sehingga
percepatan pembangunan kawasan perbatasan benar-benar berjalan efektif dan
memberikan hasil yang terukur,” tutupnya.
Melalui penyelenggaraan Rakorendal 2025, BNPP menargetkan tersusunnya rumusan arah kebijakan pembangunan kawasan perbatasan yang komprehensif, responsif, serta berkelanjutan guna mendukung daya saing nasional dan memperkokoh posisi Indonesia di garis terdepan wilayah kedaulatan negara.
