PEKAN IMUNISASI NASIONAL POLIO DI MBD, RESMI DIBUKA BUPATI MBD
Sumber : Humas
Bupati Maluku Barat Daya (MBD), Benyamin Th. Noach, ST membuka secara resmi Pencanangan Pekan Imunisasi Nasional Polio tahun 2024, didampingi Ketua TP-PKK Kabupaten MBD, Ibu Rely A. Noach, Wakil Bupati MBD, Drs. Agustinus L. Kilikily, M.Si, Dandim 1511/Pulau Moa, Letkol Inf. Galih Perkasa, Pj. Sekretaris Daerah MBD. Drs. Daud Reimialy dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten MBD, Marthen Rahakbauw, S.Kep. NS. Berlangsung di Serbaguna Tiakur, Selasa (23/07/2024).
Bupati dalam sambutannya menyampaikan bahwa pemerintah melakukan suatu langkah khusus dalam penanganan polio di Indonesia, disebabkan Indonesia dikategorikan wilayah resiko tinggi penularan polio.
"Biasanya di posyandu-posyandu itu ada vaksin polio. Tetapi karena ada kejadian luar biasa di beberapa tempat, maka pemerintah mengambil langkah khusus utk melakukan imunisasi polio secara nasional untuk menghentikan laju penyebarannya," jelas Bupati.
Bupati menambahkan kejadian luar biasa polio tipe 2 sejak akhir 2022 sampai saat ini dilaporkan di Provinsi Aceh, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Papua Tengah dan Papua Pegunungan. Status kejadian luar biasa ini belum dicabut karena masih saja terus dilaporkan.
"Oleh karena itu dibutuhkan upaya respon imunisasi yang masif dengan cakupan tinggi dan merata. Sehubungan dengan itu, maka dilakukan Pekan Imunisasi Nasional Polio tahap 2 yang dilaksanakan di 27 Provinsi, termasuk Kabupaten MBD," ujar Bupati.
Untuk itu, Ia berharap Dinas Kesehatan Kabupaten MBD, Tim Penggerak PKK Kabupaten MBD, juga organisasi kemasyarakatan maupun perempuan untuk terus menggalakan imunisasi polio. Juga untuk Camat dapat menggerakan Kepala Desa dalam memberikan penyadaran kepada masyarakat agar semua anak mendapat imunisasi polio.
Terpenting adalah harus diberikan imunisasi polio, kalau tidak maka tidak ada kekebalan tubuh anak sehingga mudah terserang penyakit polio. Bukan hanya sebatas imunisasi polio saja tetapi semua imunisasi harus dapat dipastikan lengkap. Semoga ini menjadi perhatian demi dan untuk kesejahteraan masyarakat di Kabupaten bertajuk Kalwedo ini.
Sementara itu Kepala Bidang Pemberantasan dan Pengendalian Penyakit, Philipus Laimeheriwa dalam laporannya menyampaikan Indonesia dikategori wilayah dengan resiko tinggi penularan polio. Oleh karena itu, dibutuhkan upaya respon imunisasi yang massif dengan cakupan tinggi dan merata untuk memutuskan transmisi virus polio tipe 2 maupun tipe 1.
Sehubungan dengan itu maka, dilaksanakan pekan imunisasi nasional polio tahap 2 yang dilaksanakan di 27 provinsi termasuk Kabupaten Maluku Barat Daya Provinsi Maluku. Maka saat pencanangan ini dilakukan imunisasi polio untuk 134 anak yang terdiri dari 85 anak dari TK Kalwedo dan 49 anak dari TK Pembina, jelasnya mengakhiri.
Kegiatan pencanangan ini berlangsung pada, 23 Juli 2024 di Serbaguna Tiakur dan terhadap kecamatan lain disesuaikan dengan tibanya distribusi vaksin. Kominfo69
